Hay,..
Gw Kia,. Nama panjangnya, panjaaaannngg bangeett hehe..
Dengan umur yang sudah masuk dalam jajaran club Thrity, saat ini aktifitas gw selain sebagai salah satu Karyawan swasta disalah satu perusahaan di Jakarta Pusat, gw mempunyai satu aktifitas baru yaitu kegiatan outdoor di Gunung atau bisa dibilang saat ini gw sebagai Pendaki Gunung, itu kata orang - orang yang melihat dan menyamatkan status ini kepada orang yang bergelut dengan hobby ini. Tak pernah terpikirkan oleh gw bahwa, gw akan mempunyai hobby seperti ini apalagi dengan bobot badan gw diatas 90Kg, tampaknya mustahil jika gw akan suka dengan kegiatan ini, nyatanya ketika gw melakukan dan memulai aktifitas ini, betapa menyenangkan dan seru untuk di lakukan. Dan, gunung pertama yang ingin gw bahas dalam hal Melawan Batas Diri adalah Gunung Sumbing, gunung kedua gw. Kenapa bukan gunung pertama,? karena waktu itu gunung yang pertama berat badan gw sangat ideal hehe...
Nah, maksud dari kata Melawan Batas Diri adalah dimana ukuran berat badan hanyalah sebuah angka jika kemauan dan tekad untuk menyelesaikan sesuatu yang menjadi kesukaan kita dalam hal ini hobby kita. Gw melakukan pendakian ke Gunung Sumbing pada bulan april tahun 2021, menggunakan Open Trip karena pertimbangannya adalah berat badan yang sudah naik ditambah tidak pernah olahraga lagi, jadi Open Trip adalah satu pilihan terbaik saat itu. Gw tidak perlu membawa barang banyak untuk melakukan pendakian kala itu hehe... Lanjut cerita dimulailah pendakian pertama di Tahun 2021 dengan Gunung Sumbing sebagai targetnya via jalur Butuh Kaliangkrik.
Awal mula saat melakukan tracking di Gunung Sumbing, kesalahan gw adalah langsung mempercepat langkah dan alhasil adalah Jackpot 3 kali sebelum sampai Pos 1 haha... Fyi, dari pos ojek ke pos 1 waktu normal hanya memerlukan waktu 10 - 15 menit, sedangkan gw waktu itu setengah jam lebih karena beberapa kali harus Jackpot hahah... Setelah sampai di Pos 1 gw pun sempat mengatakan kepada Swipper (orang yang berada di belakang rombongan pendakian untuk menyisir peserta), setelah istirahat jika gw merasa tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan, gw akan balik ke Basecamp dan menyuruh dia untuk melanjutkan ke Pos 3 tempat kita akan Camp.
Setelah beberapa saat kita istirahat, akhirnya gw mulai mengatur nafas dan mental untuk meyakinkan badan yang gend*t ini untuk melanjutkan perjalanan ke Pos 3. Track dari Pos 1 ke Pos 2 adalah tanjakan konstan tanpa track landai, ketika gw melihat dan mendengar itu dari swipper seharusnya mental gw langsung down (mengingat sebelumnya gw jackpot) tapi kenyataannya ada sebuah kemauan kecil yang mulai tumbuh semakin besar untuk menyelesaikan apa yang sudah gw mulai, "Melawan Batas Diri". Gw mulai berdiri dan mengangkat carrier untuk melanjutkan perjalanan ke Pos 2, swipper pun sempat bertanya dan gw pun menjawab Mari Kita Lanjutkan. Perjalanan menyusuri Gunung Sumbing pun dilanjutkan, dengan melewati tanjakan konstan serta akar pohon yang mengiasi track dari Pos 1 ke Pos. Langkah kecil yang gw buat makin lama menjadi sebuah langkah seribu yang mulai meninggalkan segala keraguan yang terjadi di Pos 1. Perlahan tapi pasti gw memacu mengikuti arahan dan bisikan dari angin yang datang seakan menunjukan arah kedepan dengan kesejukannya.
Pohon rindang dan nyanyian burung menemani langkah ini, dan tidak terasa setelah berjalan kurang lebih 3 jam akhirnya gw bisa sampai di Pos 2 Gunung Sumbing. Gw dan swipper pun berhenti sejenak untuk istirahat makan siang, maklum waktu itu matahari tepat berada diatas kepala seperti restu dari gunung ini dengan tanda cuaca yang cerah serta langit yang biru hehe... Saat di Pos 2 kaki kiri gw mulai kesakitan seakan akan mengajak untuk tidak melakukan lagi hal bodoh seperti " Melawan Batas Diri". Yah, bisa dimaklumin karena kurang olahraga dan berat badan makin naik, tubuh gw seakan ada batasan yang sangat besar dalam melakukan hal ini. Mental mulai sedikit tidak stabil, tapi gw mulai meyakinkan diri lagi bahwa gw akan bisa melewati ini. Beberapa menit swipper langsung menyarankan untuk menggunakan Hot Cream/Salon pas untuk meredam rasa sakit yang gw rasakan, dan akhirnya berhasil hehe...
Setelah beberapa lama makan istirahat di pos 2, akhirnya kita melanjutkan ke Pos 3 tempat Camp yang direkomendasikan saat kita melakukan pendakian di Gunung Sumbing. Hati ini tiba tiba merasa riang dan gembira serta mental perlahan naik dan stabil lagi, karena menurut info dari swipper track dari Pos 2 ke Pos 3 didominasi track landai karena kita akan melipir di punggungan gunung. Gw berpikir akan sangat mudah untuk melewatinya. Saat berjalan bener track yang dikatakan adalah dominasi track landai dan akan melewati 9 sungai kecil sumber mata air. Tapi, masalahnya datang bukan dari tracknya melainkan dari kaki gw yang mulai kambuh karena efek Dopping rasa sakit mulai hilang, jadi sesekali harus berhenti dan istirahat di track untuk Dopping lagi hehe... Masih dengan mental dan tekad yang kuat dengan tujuan "Melawan Batas Diri", gw dan swipper melanjutkan perjalanan ke Pos 3, dan akhirnya setelah 2 jam berjalan kita sampai di Pos 3. Sayapun bersyukur kepada Tuhan bahwa masih diberikan kesempatan untuk meneruskan perjalanan sampai ke tempat Camp. Sesampainya disana gw langsung ganti baju dan mulai berberes di dalam tenda sambil menunggu jam makan malam. Makan malam pun datang setelah beberapa saat kita menunggu didalam tenda. Saya pun melakukan ritual sebelum istirahat dengan menggunakan minyak kayu putih diolesin ke bagian badan supaya anget hahaha....
Lanjut, kita pun istirahat dan bangun pada subuh hari tepatnya jam 4, gw pun sempat ragu lagi karena udara dingin gunung sumbing seakan menyuruh gw untuk tidur lagi menikmati keheningan camp pos 3. Tapi, gw coba meyakinkan lagi membenah mental untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Puncak Gunung Sumbing dengan Tekad Melawan Batas Diri, dalam hal ini MAGER hahaa.... Setelah brifing dan sarapan kita pun mulai menyusuri jalanan menuju pos 4 dengan durasi waktu 2jam, dan dilanjutkan tracking ke puncak dengan tanjakan konstan selama 1 jam 30 menit. Dan kali ini yang tadinya gw paling belakang pada hari sebelumnya, saat itu menjadi paling terdepan haha i dont know why but, jika kita bener bener focus dengan apa yang kita lakukan, pasti bisa... Setelah sampai di Puncak Gunung Sumbing , gw pun sekali lagi mengucap syukur kepada Yang Kuasa atas apa yang DIA lakukan kepada diri gw sehingga bisa sampai ke Puncak Gunung Sumbing. Dan dari situ pun muncul keingingan yang kuat untuk mulai mengukur batasan diri dengan cara Melawan Batas Diri, di gunung gunung yang lain. Sejak saat itu pun gw mulai rutin untuk naik gunung, dimana setiap bulan gw menyempatkan diri untuk naik ke gunung gunung yang belum pernah gw daki. Total 14 gunung dan 19 puncak yang sudah gw lalui sampai saat ini dan Berat Badan gw tidak turun tetap konstan di 95Kg.
Banyak orang baik teman, keluarga maupun yang bertemu dengan gw di jalur pendakian pertama kali, mereka tidak percaya dengan apa yang gw lakuin, tapi gw membuktikan itu dengan pencapaian gw sampai di setiap PUNCAK gunung yang gw datangin. Dengan Tekad dan kemauan yang tinggi. Dan, gw sudah melakukan 3 kali kegiatan Solo Hiking ke gunung dimulai tahun ini dan Gunung Pertama adalah Gunung Sumbing. Akhir kata ketika kita focus dengan apa yang kita jalanin, itu akan bisa kita lalui dan menemukan betapa hebatnya kita Melawan Batas Diri, keluar dari Zona nyaman kita, serta menghancurkan presepsi orang tentang apa yang kita lakukan. Terus mendaki dan Salam Lestari.


3 Komentar
Semangat mas kiaa 😜😜
Bisa jadi motivasi untuk menaklukan puncak puncakk��.